Articles by "Hari Karbala"
Showing posts with label Hari Karbala. Show all posts
ISLAM Nusantara Dahulu saat Rasulullah SAW mengenalkan sebuah agama, beliau memperkenalkan kepada umat manusia  nama agama yang beliau bawa, yaitu Islam.  Islam saja tanpa ada label Islam Tradisional, Islam Radikal, Islam Moderat, Islam Nusantara, Islam Kejawen atapun Islam lainnya. Dengan kitab yang satu yaitu Alquran, dengan isi yang sama untuk Alquran diwilayah manapun juga. Dengan rukun Islam dan rukun Iman yang satu juga untuk penganut Islam dibelahan bumi manapun.
Namun, Rasulullah SAW telah menerangkan bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dengan satu golongan yang selamat yaitu ahlu sunnah wal jamaah. Pada masa pemerintahan Rasulullah SAW umat Islam belum terbagi dalam kelompok-kelompok. Baru ketika kepemimpinan dipegang oleh Khulafaur Rosyidin muncul kelompok-kelompok seperti Khawarij, Jabariyah, Mu’tazilah. Dan sekarang umat Islam terbagi dalam banyak sekali kelompok. Ada kelompok/ aliran aqidah, fiqih, sosial, ekonomi, pendidikan, akhlaq, hingga politik.
Kelompok-kelompok yang ada ini bukan masalah ketika aqidahnya benar, yaitu aqidah ahlu sunnah wal jamaah. Adapun visi gerak mereka yang berbeda-beda menjadi modal besar bagi kebangkitan Islam. Tatanan bidang kehidupan yang digarap bersama oleh umat Islam akan mempercepat terwujudnya kembali peradaban Islam yang telah lama hilang. Dan kondisi ideal ini mensyaratkan kesatuan umat Islam. Dengan demikian perbedaan kelompok yang ada, tidak seharusnya menjadi pengahalang bagi persatuan umat Islam.
Labelisasi dan kategorisasi agama Islam menjadi Islam radikal, Islam moderat, Islam tradisonal, Islam nusantara sudah waktunya dihapus. Kategorisasi ini membawa beberapa resiko, diantaranya; terhambatnya persatuan umat, adanya pelabelan radikal bagi umat Islam yang taat akan memunculkan islamophobia dan menjadikan lainnya menjauhi hukum-hukum Islam.
Adapun pelabelan moderat dengan definisi Islam ruhiyah semata maka akan ada banyak ayat-ayat Alquran, hadist Nabi yang tidak diterapkan. Sedangkan pelabelan Islam sesuai nama negaranya masing-masing akan mengaburkan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi SAW ini, seolah-olah ajaran Islam dinegara satu dengan negara lainnya tidak sama. Padahal Islam dimanapun itu adalah sama, baik Tuhannya, Nabinya, kitabnya, kiblatnya.
Adapun bahaya yang lebih besar dari labelisasi Islam ini adalah dimanfaatkan oleh kaum kafir untuk memecah belah dan mengadu domba umat Islam. label-label itu dimanfaatkan oleh mereka untuk menjauhkn umat Islam dari ajarannya. Dan perpecahan dan  jauhnya umat dari Islam inilah yang mereka harapkan. Karena mereka mengerti bahwa kekuatan aqidah, politik dan kesatuan umat Islam akan menghadang ambisi mereka dalam membumikan sekulerisme, kapitalisme, liberalisme dan penjajahan atas negeri-negeri muslim.
Oleh karena itulah mereka membenci para pejuang syariah. Dan jika ada umat Islam yang juga membenci syariahnya sendiri, semoga segera sadar kemudian bersama-sama mewujudkan tegaknya Islam dimuka bumi ini.  Wallahua'lam. [syahid/voa-islam.com] ISLAM Nusantara 
Kiriman Puji Astutik 
HARI KARBALA Kalau bicara dendam Syiah bukan saja dendam anak anak Indonesia yang mewakili Persia, sengaja dendam itu dikobarkan dalam rangka membakar semangat anti Islam. Sebagaimana kroni kroni Syiah Indonesia yang mengumbar dendam kusumat .

Dalam banyak pembicaraan di WA misalnya, muncul pernyataan pernyataan sumbang mereka meng-eliminir para tokoh sunni dengan stigma buruk, mulai dari Habib Rizq, Bachtiar Nashir, hingga para tokoh Majelis Ulama Indonesia, yang sinergi dalam aksi bela Islam.

Kata orang Madura “ Asaor Manuk” [Syiah  sepakat ] , bersama para simpatisannya mengecilkan aksi bela Islam, menyebut bela Islam hanyalah orang orang “ngeslam”, membudak pada Habib Rizq dan sebagainya,  terkena racun khawarij  wahabi, wabah berbahaya yang bisa mencuci otak umat islam Indonesia. Begitu ocehan mereka di dalam kapanyenya “anti Habib rizq”. Seiring dengan pernyataan  beberapa petinggi negara Indonesia yang membuka start tuduhan pada para tokoh 212.
Mereka tak bisa menerima umat Islam sebagai pemenang di negeri ini, mengucilkan dan mengecilkan pemikiran pemikiran yang bermakna Jihad atau perjuangan Islam, dalam rangka menegakkan syariat islam di Bumi NKRI. Alasan mereka menempatkan NKRI dan Pancasila sebagai media menolak Islam menggagas kekuatan  di Negeri ini. Seolah setiap yang berbau Islam adalah momok yang membahayakan Negara.

Setiap langkah mereka selalu mengatas-namakan gagasan persatuan dan kesatuan bangsa dengan menembangkan anti Habi Riziq dan ulama ulama yang bertekad bersama menyuarakan dan memperjuangkan Islam. Tidak pernah merasa punya rasa takut menuang fitnah dalam semua aksi Syiah di Medsos,  karena merasa berada di tengah kekuasaan yang sehati dengan cita dan kemauan mreka.

Biasa kalau menghujat Islam di Medsos,  menjadi tradisi sehari hari mereka melampiaskan dendam mereka yang membakar dirinya , bahkan selalu menyebut hadits hadits Nabi tentang Mujahidin, meniru liberal dan manhaj bebas lainnya seperti Manhaj  Indonesian Freedom Faith dalam menafsirkan hadits hadits, selalu berkonotasi Negatis. Tak memiliki beban apapun dalam menista Islam dan sabda sabda nabinya. Kemampuan mereka melecehkan Islam dan kitabnya, merupakan keahlian mereka, hasil dari penyaringan ketat mereka, untuk memainkan peranan Syiah di dunia maya, Jelasnya padepokan Group WA bentukan mereka, adalah sebuah gambaran dari karakter Syiah aslinya yang tanpa topeng memerangi Islam dan ulamanya, merupakan salah satu media cyber army Syiah dalam menghantam sunni. Pembentukan komunitas Group ditujukan untuk pelemahan anti Syiah, melibatkan para kaum muda Syiah dalam segala sepak terjangnya, dengan ikon dan atribut cinta NKRI, meskipun sekedar dongeng menjelang tidur.

Generasi penghasut ini terdiri dari usia muda muda Syiah dan simpatisannya melempar bola bola panas dalam media internet untuk menghasilkan ketidak-percayaan umat pada Islam Sunni, selain cara cara licik dan biada dirumuskan dalam bentuk kemasan taqiyah yang sulit di pantau. walaupun sebenarnya hanya sebatas kedok mereka menghujat islam, Dengan prinsip berani salah,  menjadi tunggangan mereka  dalam meluapkan dan menumpahkan amarah kebencian, sambil menohok pribadi pribadi Ulama yang perduli umat.

Misalnya menyebut Habib Rzq instoleransi, anti NKRI, anti  Pancasila, ngeslam.  Bachtiar Nashir antek wahabi, dalang terorisme, Zain al Kaff habib  penipu. Itu terlontar dalam berbagai tulisan dan sumpah serapah mereka melantunkan syair syair sumbang yang menghimpun berbagai penyakit kronis anti Islam.

Tembang Syiah lainya pernah di nyanyikan Emelia renita : beranggapan sejuk dan damai demo 412, di bandingkan dengan umat Islam yang turut aksi 212 yang melantunkan Quran, shalawat dan dzikir dzikir lainnya yang sangat nuansa kesejukan hati, dan rahmat dari Allah, karena tidak mungkin Syiah datang ketengah arena aksi bela Islam 212, lalu berterian Ya Husein , Ya Fatimah, karena pasti Renita tau akibatnya. Kalaupun ada aksi umat Islam terbesar dan terbersih dan terdamai, penuh lengkingan kalimat suci, derai air mata syukur yang mengalir dari pelupuk mata mereka, hanya aksi bela islam 212 .

Bukan demo kelompok Karbala di hari Asyura yang penuh hembusan nafas kebencian, menyakiti diri sendiri, mengumpat penuh fitnah, melibas sahabat sahabat Nabi Muhammad yang mendakwahkan dan  menyampaikan Islam. tiada rasa sejud  disana, tetapi latihan bunuh diri, dan ucapan dan lantunan  laknat, mengumpat sahabat sahabat mulya pahalanya tak bisa ditukar walaupun dengan seluruh amal penduduk Iran.  Kebaikan mereka sedikitpun tak akan pernah menandingi sahabat. Itulah syiah Rafidhah tiada hari tanpa kebencian.
Sabda rasulullah :


قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘ahnu, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.” [ Shahi Bukhari Muslim ]
sabda Rasulullah :

مَنْ سَبَّ أَصْحَابِيْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ
                                                                                                                         
Barangsiapa mencela sahabatku, maka ia mendapat laknat Allah [Riwayat Ibnu Abi ‘Ashim dalam As Sunnah, no. 1001, hlm. 2/469 dan dihasankan Al Albani dalam Dzilalil Jannah Fi Takhrij As Sunnah, 2/469. Lihat kitab As Sunnah, karya Ibnu Abi ‘Ashim dengan Dzilal Al Jannah, karya Muhammad Nashiruddin Al Albani, Cetakan ketiga, Tahun 1413 H, Al Maktab Al Islami, Bairut]
Hadits inipun di anulir oleh syiah dengan berbagai taqiyah dusta, dengan maksud menggugurkan hadits membenci sahabat. 

Bahkan mengangkat ayat “ahlul bait” sebagai bahan gunjingan menelanjangi para sahabat nabi dengan tafsir menurut syahwat mereka. Pembusukan yang dilakukan Syiah dinegara ini dianggap biasa dalam dunia syiah, mereka tak punya beban untuk disebut pendosa.
Selain itu, simpatisan Syiah mengoceh, menyebut dengan kalimat mereka yang memperjuangkan Syariat Islam berharap mati Syahid agar dapat 72 Bidadari, tujuannya mengolok ngolok Islam semata, kitabnya dan pemeluknya yang jihad untuk tegaknya syariat islam, karena diucapkan oleh sosok yang tak pernah menginginkan Islam jadi pandangan hidup bangsa dan negara.




Kitab Takfir Syiah yang menyebut para sehabat Nabi, selain Ali dan pendukungnya adalah kafir, termasuk pengkafiran mereka terhadap semua umat Islam yang tidak menolak Abu Bakar dan Umar.


Satu sisi Imamiyah menjadi ideologi harga mati mereka, sehingga tak mau mengakui eksistensi sahabat nabi. Namun satu sisi mereka menggunakan perangkat apa saja untuk mencapai tujuan, karena targetnya seperti judul diatas : “dunia berputar”. Menunggu saatnya syiah tidak disebut makar sekalipun kelak harus membantai semua umat Islam dinegara ini. [ Zulkarnain El-Madury ]




(Arrahmah.com) – Iran, negara dengan penganut Syiah terbesar, tidak pernah tercatat dalam buku-buku sejarah manapun sebagai pemenang dalam sebuah peperangan. Ternyata hal ini telah dikabarkan kepada kita jauh-jauh hari oleh Rasulullah ﷺ melalui sabdanya.
Rasulullah pernah menyampaikan bahwasanya tidak akan mungkin ada kemenangan utuh bagi Iran. Maka sampai saat ini, tidak ada peperangan manapun yang dipimpin oleh Iran.
Terkait hal ini, da’i muda yang gencar membongkar kesesatan dan kekufuran Syiah, Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry, kembali menyampaikan pemikirannya kepada kaum Muslimin Indonesia mengenai peran Iran dalam menghancurkan kaum Muslimin.
Da’i yang dikenal dengan sapaan Abu Umar Al Amiry ini juga menegaskan bahwa Iran berada dibalik orang-orang tertentu dalam menghancurkan kaum Muslimin Indonesia. Menurutnya, orang-orang itu memang belum terlihat oleh sebagian orang, namun orang-orang cerdas akan melihatnya.

Baca artikel  selengkapnya di HARI KARBALA tafhadol

Bagaimana Iran yang tak pernah menang perang itu berupaya menghancurkan kaum Muslimin? Berikut tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry dalam situs alamiry.net pada Rabu (4/11/2015) tersebut.
***
Mari berpikir…
Iran tidak pernah tercatat dalam buku-buku sejarah manapun sebagai pemenang dalam sebuah peperangan
Mengapa?
Karena Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah mendoakan kehancuran untuk raja manapun kecuali Raja Persia.
Beliau bersabda:
اللهم مزق ملكه
“Ya Allah, robekkanlah Kerajaan Persia.” (HR. Baihaqi)
Ketika Raja Persia telah runtuh, maka tidak akan ada Raja Persia selanjutnya.
Rasulullah bersabda:
Laporkan iklan tak layak ⤴
إِذَا هَلَكَ كِسْرَى فَلاَ كِسْرَى بَعْدَهُ
“Jika Raja Persia telah runtuh, maka tidak akan mungkin ada Kerajaan Persia selanjutnya.” (HR. Bukhari Muslim)
Lihat, Nabi ﷺ telah memberi kabar untuk kita di jauh-jauh hari bahwasanya tidak akan mungkin ada kemenangan utuh bagi Iran.
Maka sampai saat ini, tidak ada peperangan manapun yang dipimpin oleh Iran, bahwa mereka akan menang, tidak akan ada…
Lantas bagaimana Iran menghancurkan Ummat Islam?
Iran memiliki cara lain, mereka tahu, bahwa mereka tidak akan menang dalam peperangan jika mereka yang memimpin peperangan tersebut, karena telah ada kabar dari Rasulullah akan hal itu.
Maka mereka memerangi kaum Muslimin dari belakang…
Lihat, peperangan di Suriah. Iran ikut menghancurkan kaum Muslimin dari belakang Nushairiyyah yang dipimpin oleh Bashar Asad…
Lihat, di Libanon. Iran ikut menghancurkan kaum Muslimin dari belakang “Hizbullah” yang dipimpin oleh Hasan Nasrullah…
Lihat peperangan di Yaman. Iran ikut menghancurkan kaum Muslimin dari belakang Hutsiyyah…
Apa yang ingin dipetik dari penggalan singkat ini?
Saya ingin memberikan sebuah pikiran untuk kaum Muslimin, bahwa:
“Begitu pula dengan Indonesia. Iran berada di balik orang-orang tertentu dalam menghancurkan kaum Muslimin Indonesia. Mereka memang belum terlihat oleh sebagian orang, namun orang-orang cerdas akan melihatnya.”
Sehingga kalau kaum Muslimin Indonesia ingin mencari keamanan melalui Iran, maka bergembiralah bahwa mereka sudah menyalakan bom waktu yang akan menghancurkan mereka sendiri…
(banan/arrahmah.com)
- See more at: https://www.arrahmah.com/kajian-islam/mukjizat-sabda-rasulullah-iran-tak-pernah-menang-perang.html#sthash.F0doNfsI.dpuf

ormas islam jabarAntiLiberalNews | Kiblat – Sejumlah ormas Islam berkumpul di Kota Bandung, mereka bersepakat untuk menolak gerakan Syiah di Jawa Barat. Pertemuan antar ormas Islam itu diselenggarakan di Mesjid Al Fajr, Cijagra, Kota Bandung (9/11).
Mereka menghasilkan  kesepakatan bahwa bukan saja menolak kegiatan acara yang digelar kelompok Syiah saja melainkan mereka pun menolak ajaran tersebut karena selain sesat juga mereka telah menginjak-injak ajaran agama Islam yang ada.
KH Athian Ali, sebagai Ketua FUUI menegaskan telah sejak lama perkembangan Syiah khususnya di Kota Bandung telah ada. Banyak tokohnya awalnya tak mengakui kalau dirinya Syiah. Barulah beberapa tahun terakhir mereka mau terbuka kalau mereka itu dirinya Syiah.
“Persoalannya jangan sampai kita menolak mereka tetapi justeru menjadi senjata untuk melawan kita. Kita tetap harus menghormati koridor hukum yang ada di negeri ini. Kita tak bisa menghakimi mereka. Maka dari itu kita serahkan kepada aparat dan Pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.” tambah Ustad Athian, seperti dikutip dari Warta Islam.
Ia pun menegaskan bila aliran sesat yang lain itu masih ada kecenderungan mengakui al Quran tetapi justeru Syiah ini malah tidak mengakui al Quran bahkan menghinada para sahabat Nabi yang ada. Dalam pandangannya, inilah bahayanya apalagi di negeri ini banyak masyarakat yang tidak memahami agama secara utuh sehingga dengan mudah menerima ajaran tersebut padahal sesungguhnya sesat yang dan menyesatkan.
“Maka dari itu acara TV7 yang mengupas tuntas tentang kesesatan Syiah saya mendukung sekali, dan tentu saja kesesatan Syiah harus diketahui oleh umat islam,” tegas Athian.
“Semua yang hadir sepakat dan meminta aparat kepolisian untuk tidak memberit izin kegiatan agar tidak timbul konflik dan ormas Islam sepakat bila mereka diberi ziin dan tetap melaksanakan maka ormas Islam akan berusaha menghentikan kegiatan tersebut. Kami minta kepentingan kaum mayoritas di hormati dan kaum minoritas yang justeru merusak Islam, tolong mengerti dan memahami hal ini. Jangan sampai memancing kami untuk melakukan sesuatu di luar kemampuan kami,” tegas Sekretaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Barat, Ustad Roinnul Balad dalam pertemuan yangdigelar di jalan Pungkur Kota Bandung (8/11)
Tidak hanya forum DKM saja yang melakukan pertemuan itu. Namun sekitar 15 ormas Islam yang terdiri dari FUUI, DDII Jabar, DDII Kota Bandung, Pemuda Persis Jabar, Kodas, Gardah, Gempa, LUI, Kupas, IHMI, Hasmi, HTI Jawa Barat, AK 12, Gapas, dan ADI, mereka sepakat untuk menolak gerakan Syiah khususnya di Jabar dan di Indonesia. [sdqfajar]
Red: Randy
Baca artikel  selengkapnya di HARI KARBALA tafhadol

antisyiahAntiLiberalNews – Bertepatan dengan Hari Asyura 10 Muharram 1435 H yang jatuh pada tanggal 14 November 2013. Kelompok Syiah siap merayakan ritual hari Asyura yang  pada tahun ini dilaksanakan di gedung Istana Kana – Jl. Kawaluyaan, Bandung.
Dengan rencana digelarnya acara perayaan hari Asyura tanggal 14 November 2013 esok, forum komunikasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) wilayah Kawaluyan, Bandung dan sekitarnya, menyatakan keberatan dan menolak diadakannya acara tersebut di lingkungannya
Forum ini membawahi tujuh masjid di antaranya DKM Masjid  Al-Amanah, DKM Masjid Istikmal, DKM Masjid Sabilul Hudaa, DKM Masjid Al-Hadi, DKM Masjid Al-Amal, DKM Masjid Al-Muhajirin, dan DKM Masjid Al-Hikmah.
Forum Komunikasi masjid ini beralasan berdasarkan kejadian bentrokan antara pemeluk Syiah dengan warga yang terjadi di daerah lain seperti di Sampang- Madura dan Jember, akan terjadi adanya gangguan keamanan serupa, karena gerakan Syiah saat ini sedang menjadi sorotan umat Islam, membuat  kegiatan perayaan yang dilakukan bisa mengundang reaksi negatif, baik dari kalangan warga sendiri maupun umat Islam diluar wilayah Kawaluyaan.

Baca artikel  selengkapnya di HARI KARBALA tafhadol
“Hal ini berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ketenteraman masyarakat,” kata koordinator Forum, Suwaedi, dalam keterangannya, seperti dilansir Islampos (11/11/2013)
Dengan diadakannya perayaan Asyura beberapa tahun belakangan ini, telah menimbulkan fitnah bahwa wilayah kami mendapat tuduhan sebagai basis dari gerakan Syiah di Indonesia.
“Tuduhan tersebut bisa menyulitkan posisi kami sebagai pengurus DKM dalam menjalin hubungan dengan masyarakat Islam lainnya,” terang Suwaedi.
Berdasarkan fatwa MUI yang ditetapkan tanggal 7 Maret 1984 tentang Kesesatan Syiah dengan suatu rekomendasi : “Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah”.
“Maka sebagai masjid yang berpaham ahlus Sunnah wal Jama’ah, kami menyatakan mengikuti dan patuh terhadap rekomendasi dari MUI tersebut,” pungkasnya
Red : Tommy

Demo anti syiah di jakarta1AntiLiberalNews – Ratusan Ummat Islam melakukan aksi pengepungan pada lokasi  acara Syiah di Balai Samudra Kelapa Gading Jakarta Utara Kamis (14/11).
Akibat desakan Ummat Islam yg ingin membubarkan acara sesat tersebut, jemaat Syiah satu persatu keluar dari area Balai Samudera dengan diangkut Bus. Satu bus dikawal oleh 10 polisi. Sesuai kesepakatan antara Mapolres Jakarta Utara dan pendemo yang meminta pembubaran perayaan Asyura tersebut, acara harus selesai.
Polisi membuat pagar betis menahan umat Islam yang ingin merangsek masuk.
Sesekali, kaum Syiah yang di dalam bus justru keluar dan menantang pendemo. Sebaliknya, umat Islam yang berdemo menantang Syiah untuk duel 1 lawan 1.
IMG_0073
Sebelumnya, Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Iqbal harus bolak-balik meyakinkan jamaah Syiah agar segera meninggalkan area.
“Saya tanggung jawab. 1 Bus dikawal 10 Brimob,” kata Kapolres.
Usai meyakinkan komunitas Syiah yang di dalam bus, Iqbal juga menekankan kepada pendemo di luar untuk tidak bertindak anarkis.
Dari mobil sound system Ustadz Abu Robbani  Abdullah terus memaparkan bahaya Syiah. Sementara peserta aksi yang lain membagikan fotocopy  selebaran yang telah disiapkan oleh Majelis Mujahidin.
Red: RandyBaca artikel  selengkapnya di HARI KARBALA tafhadol

Syiah-Komunitas-syiah-indonesia-saat-peringatan-hari-asyuro-jpeg.image_AntiLiberalNews – Perayaan hari Asyura penganut agama Syiah yang digelar oleh Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) se-Jawa Barat batal digelar di tempat semula, yakni di Gedung Istana Kana, Kawaluyaan, Kota Bandung.
Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Diki Budiman, menjelaskan, penolakan gelaran Asyura itu berawal dari pihak pengelola gedung dan warga sekitar yang tak memberikan izin.
“Pengelola gedung dan warga (Kawaluyaan) tak memberikan izin. Jadi acaranya dipindahkan ke Al Muthahhari di kawasan Kiaracondong,” jelasnya seperti dikutip Okezone, Kamis (14/11).
Diki menambahkan, lantaran Al Muthahhari adalah kawasan internal dari IJABI maka hal itu tidak memerlukan izin. Meski demikian, pihaknya akan tetap memberikan pengamanan di sekitar lokasi.
Muthahhari adalah yayasan pendidikan yang didirikan oleh Ketua Dewan Syuro IJABI Jalaluddin Rakhmat.
Selain Al Muthahhari, pihaknya juga memberikan pengamanan di Kawaluyaan, tempat acara semula. Hal itu dilakukan agar para jamaah yang terlanjur datang dan tidak tahu tempat acara dipindah bisa terbantu.
“Di Kiaracondong kami tempatkan 500 personel. Untuk di Kawaluyaan kami juga tempatkan personel, siapa tahu ada jamaah yang tidak tahu tempat telah dipindah,” terangnya.
Bila dalam acara ada penolakan dari warga atau ormas, maka pihaknya akan melakukan penyekatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari data kepolisian, acara Asyura itu akan dihadiri sekitar 5.000 penganut Agama Syiah dari berbagai daerah.
Baca artikel  selengkapnya di HARI KARBALA tafhadol

IMG_0083AntiLiberalNews – Kapolres Jakarta Utara, Kombes M Iqbal sebagai mediator meminta agar orator Aksi tidak melaknat Syiah. Para Orator melakukan orasi melalui mobil sound system.
Permintaan Kapolres Jakarta Utara itu atas desakan orang syiah. Permintaan itu disampaikan kepada  ratusan Ummat Islam yang melakukan aksi pengepungan pada lokasi acara Syiah. Acara itu berlangsung di Balai Samudra Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (14/11).
Gerobolan Syiah yang berangsur-angsur pulang meninggalkan Balai Samudera ternyata panas kupingnya. Mereka tidak suka  mendengar para orator dan umat Islam  meneriakkan laknatullah ala Syiah.
Permintaan itu dijawab oleh Ustadz Abu Muhammad Jibriel  dengan enteng. Mereka orang Syiah tidak mau dilaknat, padahal mereka telah mencaci maki menghina dan melaknat Nabi Muhammad shallalahu alaihi wasallam, isterinya, dan para sahabatnya.
“Dan kami tidak melaknat mereka. Kami hanya berdoa semoga Allah Ta’ala melaknat orang Syiah. Laknatullahh ala Syiah,” kata Ustadz Abu Jibriel.
Sebelumnya, dari mobil sound system Ustadz Abu Robbani Abdullah memaparkan bahaya Syiah. Sementara peserta aksi yang lain membagikan fotocopy  selebaran yang telah disiapkan oleh Majelis Mujahidin.
Baca artikel  selengkapnya di HARI KARBALA tafhadol

LDIIAntiLiberalNews – Ketua Departemen Humas DPP Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) Joko Haryanto, menilai perayaan Hari Assyuro yang dilakukan kaum Syiah adalah sesat dan sebaiknya tidak digelar karena bertentangan dengan al Qur’an dan Sunnah.
“Kalau tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits, jangan. Kita harus sesuai dengan Quran dan Hadits. Kalau hal itu tidak ada di dalam al-Qur’an, tidak perlu melakukan perayaan seperti itu,” kata Joko Haryanto, seperti dilansir Hidayatullah (14/11/2013)
Joko menyarankan, ketimbang merayakan Asyuro yang boleh jadi menelan biaya yang besar, sebaiknya hal itu lebih baik dialihkan untuk menyantuni masyarakat Indonesia yang mayoritas masih berada di bawah garis kemiskinan dan kelaparan.
Apapun dalihnya, kata Joko, perayaan sesat semacam itu membutuhkan cost yang tidak sedikit. Sehingga jauh lebih baik apabila dana untuk seremoni itu disalurkan kepada anak anak yatim, kaum dhuafa, dan mereka yang tidak mampu.
“Mungkin dari perayaan sesat itu ada yang terhibur, tapi itu hanya sesaat yang tidak memberi arti apa apa untuk pembangunan bangsa,” tandasnya
Baca artikel  selengkapnya di HARI KARBALA tafhadol

DemoFUI_MyanmarAntiLiberalNews – Forum Umat Islam (FUI) melalui Sekretaris Jenderal Muhammad Al-Khaththath meminta kepada Majelis Uama Indonesia (MUI) Pusat untuk segera memanggil tokoh-tokoh Syiah.
“Untuk mengajak mereka bertobat dan ruju’ ilal haq, yakni kembali kepada ajaran Islam yang benar sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah dan bilamana mereka menolak kembali kepada Alquran dan As-Sunnah, kami meminta MUI Pusat menerbitkan Fatwa yang melarang ajaran Syiah di Indonesia,” demikian poin pertama pernyataan sikap FUI, demikian dilansir Hidayatulah (13/11/2013)
Selain itu, FUI juga meminta kepada tokoh-tokoh Syiah untuk tidak melakukan penyebaran ajaran Syiah di tengah-tengah masyarakat Islam Indonesia, apalagi aktivitas-aktivitas yang bersifat demonstratif yang bisa memicu konflik dengan umat Islam.
Pada poin ketiga FUI meminta kepada para aktivis Islam yang menentang aksi-aksi Syiah untuk tidak terpancing oleh kegiatan intelijen yang mendorong terjadinya aksi anarkis yang memperburuk citra umat Islam.
FUI menilai isu Syiah ini berpotensi menjadi sarana adu domba antar sesama Muslim dan aktivis Islam yang dilakukan intelijen. Untuk itu FUI meminta kepada para aktivis Islam agar tidak terpancing.
Pada poin kelima, FUI meminta kepada seluruh ulama, habaib, dan para pimpinan serta aktivis ormas dan gerakan Islam untuk menyatukan barisan dan mempererat jalinan ukhuwah Islamiyyah di dalam perjuangan mewujudkan NKRI Bersyariah
Baca artikel  selengkapnya di HARI KARBALA tafhadol

MUIJatim lagi1AntiLiberalNews | Hidayatullah – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Jawa Timur menang mutlak atas gugatan yang Teguh Sugiharto, yang  sejak beberapa waktu lalu menyusun konstruksi gugatan dengan pengajuan prodeo terhadap Presiden SBY, MUI Pusat, MUI Jatim dan Gubernur Jawa Timur.
Sidang putusan dengan kemenangan mutlak untuk MUI Jawa Timur itu diputuskan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kemarin, Selasa (13/11/2013.)
“Karena yang punya kewenangan menguji Pergub atau undang-undang adalah Mahkamah Agung, jadi gugatan tidak diterima,” kata pengacara MUI Jawa Timur H. Ma’ruf Syah kepada Hidayatullah.com, Rabu (13/11/2013).
Seperti diketahui, fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah sesat dan Peraturan Gubernur No. 55 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur mendapat gugatan  Teguh Sugiharto, yang mengaku sebagai perorangan, dan beralamat di Jl. Cikadut Kelurahan Karang Pamulang Kota Bandung dilayangkan kepada bulan 17 Januari 2013 kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jl. Merpati Blok D-3 No. 5 Kemayoran, Jakarta Pusat. Teguh Sugiharto adalah seorang aktivis demokrasi antipartai yang berdomisili di Bandung.
Sidang perkara fatwa sesat dari MUI Jatim kepada kelompok kepercayaan Syiah ini telah berlangsung sejak bulan Januari awal tahun dan baru selesai kemarin dengan kemenangan mutlak buat MUI.
Kemenangan mutlak pihak MUI tersebut dibenarkan oleh Ma’ruf, karena pertimbangan hukum hakim adalah bahwa kompetensi absolut hakim Pengadilan Negeri tidak punya kewenangan mengadili dan memutus soal fatwa atau Pergub Jatim.
Kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya ini mengaku bersyukur atas putusan tersebut.
“Saya bersyukur kepada Allah Ta’ala, dan menyambut positif putusan tersebut. Sehingga bisa jadi yurisprudensi,” terang dia.
Kendati begitu, ia pun menyatakan apresiasinya kepada penggugat dari kelompok Syiah yang menggunakan jalur hukum sebagai proses penyelesaian, sehingga tidak lagi dengan cara cara kekerasan.
“Kita negara hukum, gunakan hukum sebagai proses penyelesaian,” tandasnya.
Rp 1 Milyar per hari
Sebelumnya, Teguh dalam somasinya (sebagai pihak penggugat, red) menuntut lima hal; mendesak pemulangkan seluruh pengungsi Syiah Sampang, meminta mencabut Fatwa MUI Jawa Timur No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 Tentang Kesesatan Ajaran Syiah, meminta mencabut Peraturan Gubernur No. 55 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur dan terakhir juga meminta pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ia juga  menuntut  uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) per hari pada Gubernur Jatim, Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Buchorydan Ketua Umum MUI Pusat KH. Sahal Mahfudz.
Baca artikel  selengkapnya di HARI KARBALA tafhadol

jatimAntiLiberalNews – Umat Islam di pulau Jawa, khususnya di Jawa Timur, harus segera waspada akan eksisnya gerakan Syiahisasi. Pada Ahad (10/11) kemarin, kaum Syiah di kota Bondowoso sudah berani menyelenggarakan karnaval perayaan Asyuro.
Bahkan mereka sudah berani terang-terangan mengunggah foto hasil dokumentasi ke sebuah grup anti-syiah di jejaring sosial Facebook.
Pengupload ghasil dokumentasi mengaku bahwa parade ini diadakan oleh Yayasan Ash-Shadiq Bondowoso. Bondowoso sendiri merupakan kota yang kecil di Jawa Timur. Bondowoso terletak di wilayah tapal kuda Jatim yang relatif tak semakmur wilayah barat provinsi ini. Nampaknya gerilya misionaris Syiah yang militan justru banyak menyasar di kawasan-kawasan semacam ini. Seperti halnya Sampang yang terletak di Pulau Madura, wilayah Tapal Kuda Jatim memiliki banyak penduduk bersuku Madura
Berikut adalah beberapa foto yang menunjukkan gencarnya misionaris Syiah dalam mengajak orang awam di kantong-kantong Aswaja di Jatim. Meski terlihat dari foto-foto ini dijepret menggunakan kamera ponsel, namun tidak menghilangkan kesan massal dari perayaan Asyuro ini. Tampak di dalamnya wanita dan anak-anak memakai atribut khas Syiah seperti pakaian hitam dan ikat kepala bertuliskan Husain
jatim1
jatim2
jatim3
jatim4
Sumber : Shoutussalam
Red : Tommy
Back To Top